Sabtu, 23 Oktober 2010

Kisah CC20145

Lokomotif CC20145 adalah salah satu lokomotif diesel dari kelas CC201 yang beroperasi untuk menarik rangkaian kereta di Indonesia. Lokomotif ini dibuat oleh perusahaan General Electric pada tahun 80-an. CC20145 terkenal akan daya mistiknya dan salah satu lokomotif paling keramat di Indonesia.

Kisah :

Sudah banyak cerita yang beredar di sekitar CC201, maklum saja karena selain jumlahnya yang banyak, juga hampir setiap masinis di Indonesia pernah bertugas di dalamnya. Tapi tidak ada cerita yang sepopuler kisah tentang CC20145. Konon, menurut para masinis dan teknisi, inilah lokomotif paling misterius di antara keluarga CC201. Banyak kejadian aneh dan membingungkan yang berkembang di sekitar lokomotif ini.

Sejak pertama kali dibeli CC20145 sudah sering dicap sebagai loko yang sangat bermasalah. Maksudnya adalah, walaupun hasil tes menunjukkan tidak ada problem pada CC20145, namun sering mengalami kecelakaan atau kerusakan saat dioperasikan tanpa bisa dijelaskan. CC20145 semula ditugaskan untuk menarik rangkaian ke arah Timur. Saat menarik Bima tiba-tiba mengalami tabrakan. Setelah diperbaiki, kembali bertugas menarik rangkaian Bima, tapi kembali lagi mengalami tabrakan. Diperbaiki kembali di Balai Yasa Pengok, Yogyakarta, dan setelah selesai jabatannya diturunkan untuk menarik rangkaian kelas bisnis saja yaitu Jayabaya. Tetapi seperti bisa diduga CC20145 kembali lagi tabrakan. Frekuensi tabrakan sesama kereta atau kendaraan bermotor yang dialami CC20145 rupanya cukup sering, belum lagi kejadian aneh yang dialami para teknisi yang memperbaiki lok ini pasca tabrakan.

Sesuai prosedur, setelah diperbaiki di Balai Yasa Pengok, CC20145 diuji statis untuk memeriksa kelengkapannya. Setelah semuanya beres, loko diuji dinamis di jalur tes di depan komplek Balai Yasa. Saat dipacu dengan kecepatan tinggi, mendadak rem gagal berfungsi, sehingga loko melaju terus dan menghantam dinding beton pembatas jalur tes. Sekali lagi CC20145 mengalami kerusakan dan harus diperbaiki.

Merasa kebingungan dengan CC20145, teknisi Balai Yasa yaitu Panut dan Suroso merasa perlu untuk memanggil tenaga ahli GE langsung dari Amerika. Saat sedang memeriksa CC20145, tenaga ahli GE itu bercerita bahwa saat proses pembuatan loko yang satu ini memang sudah bermasalah karena banyak sekali terjadi kecelakaan kerja. Akhirnya diputuskan selain diperbaiki secara material, CC20145 juga diperbaiki secara spiritual. Sesuai adat orang Jawa, para teknisi Balai Yasa Pengok sepakat meruwat (ritual membuang sial) loko ini. Caranya dengan mengadakan selamatan dan memasang sepasang tapal kuda bekas di kedua ujung CC20145. Kemudian memberikan beberapa gram emas dan menyepuh bagian samping bawah lok dengan lapisan krom sehingga terlihat mengkilat.

Anehnya setelah ritual ini CC20145 tidak pernah mengalami kecelakaan lagi. Ruwatan yang dilakukan oleh teknisi Balai Yasa berhasil menghilangkan nasib sial loko ini. Sekarang CC20145 ditempatkan di dipo lokomotif Yogyakarta, dan dengan mudah dikenali lewat ciri khasnya sebagai loko dengan sisi yang dilapisi besi mengkilat, dan di bagian depannya di bawah hidungnya, terdapat semacam lubang untuk double traksi.

Sumber : Wikipedia

8 komentar:

  1. wah nice post ling hha, sip sip

    BalasHapus
  2. cobaa...ada kereta super cepet ya kyk di jepang itu. trus ada di indonesia, wah2 indonesia bisa2 mudik pake itu kali yaa. haaha..

    BalasHapus
  3. hmm cukup bagus, tapi kapan kereta ini mulai digunakan di indonesia?

    BalasHapus
  4. @Ibnu: haha thanx beh.
    @Wirawan: ga bisa. Kalo mau punya kereta kayak Jepang, Indonesia harus bikin rel baru, soalnya di Jepang lebar relnya 2 meter.
    @Raka: Itu udah digunakan di Indonesia, ga dibaca pasti nih ya? haha

    BalasHapus
  5. yoi raka main comment aja tuh , haaha
    "Anehnya setelah ritual ini CC20145 tidak pernah
    mengalami kecelakaan lagi"
    manteb ling haha

    Riper Blogger | Riyan Permana

    BalasHapus
  6. @Riyan: haha emang tuh si Raka

    BalasHapus
  7. @wirawan : kalo ada pun nertib-in nya berat brohh

    BalasHapus
  8. @Rizky : iya bener, soalnya orang2 di luar sama di Indo beda jauh.

    BalasHapus