Jumat, 05 November 2010

Kereta Api Peduli Bencana Merapi

Meletusnya Gunung Merapi 26/10 yang melulunhlantahkan Pemukiman dis ekitar kaki gunung tersebut membawa korban yang tidak sedikit. Setidaknya kurang lebih 34 warga sekitar Tewas akibat semburan awan panas Merapi termasuk Juru Kunci Mbah Maridjan. Akibat kejadian ini membuat keprihatinan berbagai instasi dan kalangan masyarakat.

Kota Yogyakarta sontak selama sepekan menjadi perhatian nasional maupun dunia. Semua terpaku pada peristiwa erupsinya Gunung teraktif di dunia yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dengan DIY ini. Bantuan logistik dan kesehatan secara cepat datang beruntun ke tempat lokasi pengungsian. Dalam aksi kemanusiaan ini PT Kereta Api Indonesia turut berpartisipasi dengan mengirimkan tenaga kesehatan dan bantuan untuk penanggulangan derita yang ditanggung korban pengungsi.

Posko kesehatan PT Kereta Api Indonesia didirikan di SD Kiaran 1, Kecamatan Cangkringan. Direncanakan posko ini akan beroperasi jumat 29/10 s/d 5/11 dan melayani selama 24 jam. Masyarakat menyambut baik dan senang atas perhatian dari PT KAI (Persero) ini. Rekan-rekan UUK Daop 6 Yogyakarta dikerahkan untuk menjadi relawan. Bantuan tenaga medis juga datang dari Daop 2 Bandung dr. Rudy Hermayandi, Asmen UUK Daop 2 Bandung Inain, dan Daop 7 Madiun Surono serta Suparno.

Posko ini difasilitasi dengan ambulance yang dibawa dari bandung serta berbagai macam obat-obatan untuk korban. Selain itu kegiatan pembagian masker gratis di kawasan pengungsian juga terus dilakukan untuk para pengungsi supaya dapat menghindar dari abu vulkanik yang terus keluar dari merapi. Sementara kegiatan yang sama yakni pembagian masker juga dilakukan di Stasiun Tugu Yogyakarta karena kebanyakan penumpang yang turun di Yogyakarta melalui stasiun Tugu kurang persiapan.

Rudy Hermayandi menyatakan kebanyakan korban merata dari anak-anak sampai orang tua serta penyakit yang diderita hampir sama yaitu menderita gangunan infeksi saluran pernafasan yang disebabkan abu vulkanik hasil semburan merapi. Selain itu korban pengungsian juga menderita diare, hal ini dikarenakan karena pola makan yang tidak teratur. Menurut salah seorang korban pengungsi Supono (84) warga Cangkringan “Obat yang diberikan oleh Posko Kesehatan Kereta Api sangat bagus kemarin saya berat untuk mengambil nafas tetapi setelah saya berobat kesini menjadi enak dan saat ini saya rasa saya sudah sembuh” ujarnya.

SPKA Berikan Bantuan Ke Cangkringan

Minggu 31/10, DPD SPKA Daerah Operasi 6 yogyakarta yang dipimpin oleh Sutrisno dan didampingi anggotanya Sri widodo, Adso Astrivianto, Dwi Pujiastuti, Manager Sintel berserta keluarga memberikan bantuan kepada korban Merapi di Posko SD Kiaran 1 kecamatan Cangkringan Umburharjo Sleman Yogyakarta. Selain itu turut pula Totok perwakilan dari balai Yasa Yogyakarta. Setibanya di lokasi rombongan disambut oleh Tim Relawan baik dari PMI, Tni, maupun Tim SAR.

Pada kesempatan ini SPKA memberikan bantuan berupa sembako, susu dan peralatan mandi untuk para korban. Tim juga membantu menjadi relawan di Posko tersebut. Bantuan diserahkan oleh Ketua DPD SPKA Sutrisno kepada tentara penanggungjawab posko bencana merapi. Dengan adanya kegiatan ini PT Kereta Api secara sigap peduli akan bencana yang terjadi di Indonesia. (Humaska)

Sumber : PT. KAI

2 komentar:

  1. salute 4 PT. KAI...
    kita semua harus peduili terhadap kawan2 disana yang lagi kena musibah....
    Jangan menyerah wahai kawan..

    BalasHapus
  2. @Entis : betul itu,harus peduli sama kawan2 kita yang terkena musibah.

    BalasHapus